Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikelola oleh Danantara Investment Management (DIM) telah menarik perhatian peserta dari dalam dan luar negeri. Peningkatan peserta mancanegara dalam seleksi gelombang kedua PSEL menunjukkan besarnya minat investor dalam proyek ini. Direktur Investasi DIM, Fadli Rahman, menyatakan bahwa kehadiran peserta dari dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa program ini memiliki daya tarik investasi yang kuat jika dijalankan dengan tata kelola yang kredibel.
Proses Seleksi yang Transparan dan Kompetitif
Fadli Rahman menegaskan bahwa proses seleksi mitra WtE (Waste to Energy) ini dilakukan secara transparan dan kompetitif. Pada gelombang kedua Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk PSEL, jumlah peserta yang lolos mencapai 85 entitas, melonjak lebih dari 254 persen dibanding gelombang pertama yang diikuti oleh 24 peserta. Ini menunjukkan bahwa program PSEL memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Tahap Awal Proyek PSEL
Proses proyek PSEL ini masih berada pada tahap awal. Adapun DPT merupakan proses prakualifikasi yang berarti perusahaan-perusahaan tersebut masih akan melewati sejumlah proses sampai mendapatkan proyek. Tahap berikutnya akan mencakup evaluasi teknis, kesiapan pembiayaan, kesesuaian teknologi, hingga kemampuan operasional di lapangan. Peserta DPT gelombang kedua ini berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Prancis, India, Singapura, China, hingga sejumlah perusahaan lainnya di kawasan.
Perhatian Global terhadap Pengelolaan Sampah di Indonesia
Meningkatnya jumlah peserta dalam DPT gelombang kedua menunjukkan bahwa proyek PSEL Indonesia kini dipandang sebagai pasar yang semakin serius. Daftar 85 entitas yang dinyatakan lulus seleksi DPT PSEL gelombang kedua dapat dilihat melalui situs resmi Danantara Indonesia. Perusahaan-perusahaan dalam DPT gelombang kedua banyak berasal dari negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan sampah berbasis energi, seperti Jepang dan Korea Selatan yang dikenal mengembangkan teknologi insinerasi modern dengan standar emisi ketat.
Keragaman Kapabilitas dan Pengalaman Teknologi
Masuknya perusahaan dari Eropa dan China juga menambah keragaman kapabilitas dan pengalaman teknologi, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan efisiensi energi perkotaan. Dengan demikian, program PSEL diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Danantara menargetkan PSEL akan menaungi 33 proyek di seluruh Indonesia dengan total nilai investasi mendekati 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp85 triliun-Rp90 triliun.




