Seiring dengan waktu yang semakin singkat, Presiden Trump kembali mendesak Senat untuk mengesahkan Undang-Undang CLARITY sebelum recess Agustus. Dengan hanya sekitar empat minggu tersisa, para legislator harus bekerja cepat untuk mengesahkan undang-undang yang dianggap sebagai undang-undang kripto paling penting dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Trump secara langsung meminta Senat untuk mengesahkan Undang-Undang CLARITY, dengan mengatakan bahwa China dan negara-negara lain "ingin mengambil kendali penuh atas fenomena keuangan besar ini" serta teknologi kecerdasan buatan (AI). Penasihat kripto Gedung Putih, Patrick Witt, juga menekankan urgensi pengesahan undang-undang ini, dengan mengatakan bahwa "kita tidak bisa menunda lagi" karena ini adalah kesempatan terakhir untuk mengesahkan undang-undang struktur pasar aset digital yang komprehensif dalam Kongres ini.
Tantangan yang DiHadapi
Undang-Undang CLARITY masih menghadapi beberapa tantangan, termasuk perdebatan tentang regulator mana yang harus memiliki yurisdiksi atas pasar spot aset digital. Selain itu, ada juga perdebatan tentang bagaimana mengatur konflik kepentingan yang terkait dengan ventura kripto Presiden Trump. Meskipun demikian, banyak pihak yang mendukung pengesahan undang-undang ini, termasuk koalisi lebih dari 200 perusahaan yang mendesak pemimpin Senat untuk membawa undang-undang ini ke lantai.
Menurut Solana Policy Institute, momentum untuk pengesahan Undang-Undang CLARITY masih terus membangun, dan suara lantai sebelum recess masih dapat dicapai. Namun, beberapa pihak lain lebih skeptis, dengan Galaxy Digital memotong peluang pengesahan undang-undang ini menjadi 50-50 karena kalender yang semakin singkat dan prioritas lain yang bersaing.




