Di tengah kekhawatiran tentang etika yang melibatkan ventura aset digital Presiden Trump, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS, French Hill, mendesak Senat untuk mengesahkan Undang-Undang CLARITY sebelum recess Agustus. Hill berpendapat bahwa undang-undang ini akan membentuk kerangka pasar aset digital yang transparan dan mengatasi kekhawatiran etika yang melibatkan ventura aset digital Presiden Trump.
Hill menekankan pentingnya mengesahkan Undang-Undang CLARITY untuk memberikan transparansi dan kejelasan dalam pasar aset digital. Ia juga menyoroti bahwa undang-undang ini telah disetujui oleh 78 anggota Demokrat di House of Representatives sebelumnya. Hill berharap bahwa dengan mengesahkan Undang-Undang CLARITY, Senat dapat memberikan kerangka pasar yang jelas dan transparan untuk aset digital.
Tantangan dan Dukungan
Undang-Undang CLARITY mendapatkan dukungan dari beberapa pihak, termasuk Ketua CFTC, Michael Selig, dan Wakil Ketua Coinbase, Ryan VanGrack. Mereka berpendapat bahwa undang-undang ini akan memberikan kerangka pasar yang jelas dan transparan untuk aset digital. Namun, masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi sebelum undang-undang ini dapat disahkan.
Senat diharapkan kembali pada 13 Juli dengan sekitar tiga minggu sebelum recess. Prediksi pasar Polymarket memperkirakan bahwa kemungkinan pengesahan Undang-Undang CLARITY pada 2026 sekitar 39%, turun dari 74% pada bulan sebelumnya. Hill berharap bahwa dengan tekanan yang cukup, Senat dapat mengesahkan Undang-Undang CLARITY sebelum recess Agustus.




