Industri perjalanan ibadah umrah dan haji saat ini menghadapi tantangan besar akibat konflik di kawasan Teluk, khususnya antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik ini berdampak pada biaya operasional penerbangan, yang pada gilirannya meningkatkan harga tiket pesawat untuk jamaah umrah dan haji.
Dampak Kenaikan Harga Avtur
Kenaikan harga avtur menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan harga tiket pesawat melonjak. Selain itu, melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada kenaikan harga paket perjalanan ibadah, karena memengaruhi harga hotel dan biaya fasilitas lainnya.
Marco Tour Travel, sebagai salah satu penyedia jasa perjalanan ibadah, juga terkena dampak dari kondisi ini. Syarif Thalib, direktur operasional Marco Tour Travel, menjelaskan bahwa perusahaan mereka terus melakukan penyesuaian strategi untuk menghadapi perubahan ini. "Kita terus melakukan upaya agar kenaikan tidak terlalu memberatkan jamaah tanpa kita harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas kepada jamaah," katanya.
Strategi Penyesuaian
Marco Tour Travel menawarkan pilihan variasi paket perjalanan dengan rentang waktu berbeda dan fasilitas yang lebih fleksibel. Tujuannya adalah agar jamaah dapat menyesuaikan biayanya dan tetap menjaga komitmen keberangkatan jamaah di tengah fluktuasi biaya perjalanan yang terus berubah.
Dengan pengalaman selama 22 tahun, Marco Tour Travel optimistis menghadapi kondisi ini dengan meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi biaya, serta memberikan edukasi kepada jamaah. Hal ini dilakukan agar jamaah mengetahui dengan jelas mengapa ada perubahan harga paket perjalanan.
Pelaksanaan Ibadah Sunah Haji
Pada musim haji tahun ini, Marco Tour Travel tetap menjalankan rangkaian ibadah sunah haji, termasuk pelaksanaan tarwiyah, bermalam di Muzdalifah, hingga penempatan tenda jamaah yang strategis di Mina. Dengan demikian, jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan aman.




