Kesiapan Iran Menghadapi Serangan
Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Ali Jahan Sahi, menyatakan bahwa pasukannya siap menghadapi segala kemungkinan serangan dari Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Iran telah mempersiapkan pertahanan di perbatasan secara maksimal, termasuk penempatan unit lapis baja, drone, dan sistem rodal.
Menurut Jahan Sahi, perbatasan Iran akan menjadi "kuburan" bagi para agresor jika terjadi invasi. Ia juga mengklaim bahwa operasi gabungan Amerika Serikat dan sekutunya di selatan Isfahan berhasil digagalkan, yang menjadi salah satu faktor yang mendorong tercapainya gencatan senjata.
Keterbatasan Logistik Amerika Serikat
Amerika Serikat menghadapi keterbatasan logistik di Timur Tengah, termasuk keterbatasan pasokan makanan untuk pasukannya. Kondisi ini dikabarkan mempengaruhi moral pasukan yang sedang bertugas.
Keluarga anggota militer Amerika Serikat mulai mengkhawatirkan kondisi para prajurit di lapangan, terutama terkait logistik dan kesejahteraan mereka. Sementara itu, Iran menyindir peran Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, menyebut tentara Amerika Serikat sebagai "kaki tangan" Israel.
Perang Psikologis di Media Sosial
Iran semakin aktif melakukan perang psikologis di media sosial, dengan berbagai unggahan termasuk memo yang digunakan untuk menyerang Amerika Serikat dan Israel. Pada hari ke-47 konflik di kawasan, isu makanan menjadi salah satu bahan sindiran terbaru dari Iran.
Kapal Tanker Iran Melintas Selat Hormus
Tiga kapal tanker Iran, yaitu Dipesi, Sonia 1, dan Diona, dilaporkan berhasil melewati Selat Hormus, meskipun Amerika Serikat memblokade selat tersebut awal pekan ini. Kapal-kapal itu melintas pada Jumat, 17 April 2026, dan membawa total sekitar 5 juta barel minyak mentah.
Reaksi Amerika Serikat dan Iran
Amerika Serikat mengatakan bahwa blokade dilakukan untuk menekan ekspor minyak Iran, namun Iran mengecam langkah tersebut dan menilai blokade itu melanggar hukum internasional dan bisa memicu respon militer.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Bakhai, menegaskan bahwa upaya Amerika Serikat tidak akan berhasil dan menyebut tindakan itu sebagai provokasi. Iran mengklaim tetap mampu menjaga keamanan Selat Hormus.
Video Sumber:
Sumber: YouTube News Engine



