Memuat Berita...
Memuat Berita...

Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, muncul kekhawatiran bahwa Artificial Intelligence (AI) akan mengancam pekerjaan kaum intelek. Hal ini tidak hanya dibicarakan oleh para ahli, tetapi juga telah menjadi kenyataan yang makin nyata. Dalam beberapa minggu terakhir, perusahaan-perusahaan rintisan dan investor telah menyaksikan penurunan harga saham perusahaan-perusahaan teknologi, karena mereka khawatir bahwa AI akan segera menggantikan banyak pekerjaan yang dilakukan oleh manusia.
Salah satu contoh yang paling mencolok adalah kemampuan AI untuk melakukan proyek-proyek yang kompleks, seperti membuat aplikasi dan permainan. Dengan kemampuan ini, AI dapat menggantikan pekerja-pekerja yang memiliki keterampilan tinggi, sehingga membuat mereka kehilangan pekerjaan. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa perusahaan, seperti CNBC, yang telah menggunakan AI untuk membuat aplikasi dan permainan dengan sangat cepat dan mudah.
Revolusi AI yang sedang terjadi saat ini tidak hanya tentang kemampuan AI untuk melakukan tugas-tugas yang sederhana, tetapi juga tentang kemampuan AI untuk melakukan proyek-proyek yang kompleks dan memerlukan keterampilan tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemunculan Agentic AI, yaitu AI yang dapat beroperasi secara otonom dan dinamis, tanpa perlu diarahkan oleh manusia. Dengan kemampuan ini, AI dapat melakukan proyek-proyek yang kompleks, seperti membuat aplikasi dan permainan, dengan sangat cepat dan mudah.
Revolusi Agentic AI ini telah membuat banyak perusahaan dan investor khawatir, karena mereka menyadari bahwa AI dapat menggantikan banyak pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa perusahaan, seperti Gartner dan Asana, yang telah kehilangan nilai saham mereka karena AI dapat menggantikan layanan mereka. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan harus segera menyesuaikan diri dengan kemajuan AI dan mencari cara untuk mengintegrasikan AI ke dalam bisnis mereka.
Meskipun demikian, masih banyak yang percaya bahwa AI tidak akan menggantikan pekerjaan manusia secara keseluruhan. Mereka percaya bahwa AI akan membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi tidak akan menggantikan keterampilan dan kecerdasan manusia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk memahami kemampuan AI dan bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan bisnis dan masyarakat.

Tecno Camon 40 Pro 5G vs HONOR 400 Lite 5G, mana yang lebih worth it?

Tecno Camon Series, ponsel dengan spesifikasi tinggi dan harga terjangkau.

Call of Duty: Warzone Mobile dihentikan, sementara Black Ops 7 memiliki strategi baru

Google Pixel 10A hadir dengan fitur pengisian cepat dan SOS satelit seharga $499

Teknologi AI berkembang pesat, tapi perubahan ekonomi tidak akan terjadi dalam semalam.

Penipuan cinta berbasis AI meningkat, dengan kerugian mencapai $3 miliar di AS saja. Bagaimana melindungi diri dari ancaman ini?