Di tengah perkembangan teknologi blockchain yang pesat, Yayasan Ethereum telah mengumumkan prioritas protokol untuk tahun 2026. Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada hari Rabu, Yayasan Ethereum menyoroti beberapa tujuan, termasuk peningkatan batas gas dan kesiapan kuantum. Batas gas, yang merupakan jumlah maksimum pekerjaan komputasi yang dapat ditangani oleh sebuah blok, diharapkan dapat ditingkatkan "menuju dan melampaui" 100 juta.
Peneliti Ethereum, Justin Drake, mengumumkan pada tanggal 24 Januari bahwa Yayasan Ethereum telah membentuk tim Post-Quantum (PQ) baru. Ini menandai titik balik dalam strategi kuantum jangka panjang Yayasan Ethereum. Selain itu, Yayasan Ethereum juga berfokus pada peningkatan pengalaman pengguna, dengan penekanan pada pengembangan dompet pintar melalui abstraksi akun asli dan memungkinkan interaksi yang lebih mulus antara blockchain melalui interoperabilitas.
Perkembangan Jangka Panjang
Yayasan Ethereum menyebut tahun 2025 sebagai salah satu tahun "paling produktif", dengan dua peningkatan jaringan besar, Pectra dan Fusaka, dan peningkatan batas gas dari 30 juta menjadi 60 juta. Ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam perkembangan teknologi blockchain. Dengan prioritas protokol yang baru, Yayasan Ethereum berharap dapat meningkatkan keamanan dan kinerja jaringan, serta memperluas penggunaan teknologi blockchain dalam berbagai bidang.
Peneliti dan pengembang blockchain, Anthony Sassano, mengatakan bahwa peningkatan batas gas menjadi 180 juta di tahun 2026 adalah baseline, bukan skenario terbaik. Ini menunjukkan bahwa ada harapan besar untuk perkembangan teknologi blockchain di masa depan. Dengan demikian, Yayasan Ethereum berharap dapat memenuhi harapan tersebut dan meningkatkan keamanan dan kinerja jaringan, serta memperluas penggunaan teknologi blockchain dalam berbagai bidang.









