Menjelang pertemuan Federal Reserve pada 18 Maret, pasar keuangan AS mulai mempertanyakan kemungkinan kenaikan suku bunga. Menurut catatan rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Januari, beberapa pejabat Fed mempertimbangkan kenaikan suku bunga karena inflasi yang tetap tinggi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, terutama mereka yang berinvestasi di aset kripto.
Inflasi AS saat ini berada di level 2,4%, meningkat 0,2% pada Januari, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja. Jika inflasi tidak menurun sesuai dengan ekspektasi, maka penurunan suku bunga mungkin tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, maka kenaikan suku bunga dapat dilakukan untuk mengendalikan inflasi. Kenaikan suku bunga ini dapat berdampak negatif pada aset kripto, karena aset yang lebih aman seperti obligasi pemerintah atau uang tunai dapat menawarkan hasil yang lebih baik dengan risiko yang lebih rendah.
Dampak pada Aset Kripto
Kenaikan suku bunga juga dapat membuat pinjaman lebih mahal, sehingga mengurangi aktivitas spekulatif, leverage, dan investasi modal ventura. Sentimen pasar kripto, yang sudah berada di level terendah, dapat terkena dampak lebih lanjut oleh kebijakan Fed yang hawkish. Oleh karena itu, investor kripto perlu memantau perkembangan kebijakan moneter Fed dengan seksama dan menyesuaikan strategi investasi mereka untuk menghadapi potensi kenaikan suku bunga.
Menurut catatan rapat FOMC, beberapa peserta menyatakan bahwa mereka akan mendukung "kemungkinan penyesuaian atas target rentang suku bunga federal" jika inflasi tetap di atas level target. Namun, pasar futures CME menunjukkan bahwa kemungkinan suku bunga tetap tidak berubah pada pertemuan Fed berikutnya adalah 94%. Oleh karena itu, investor perlu tetap waspada dan memantau perkembangan kebijakan moneter Fed untuk membuat keputusan investasi yang tepat.









