Belakangan ini, regulasi kripto di Amerika Serikat menjadi sorotan setelah Undang-Undang Klarifikasi tertunda. Namun, regulator pro-kripto kini menyatakan bahwa mereka akan meluncurkan rencana untuk membantu ruang aset digital. Menurut laporan, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) sedang mempersiapkan inisiatif untuk membantu industri kripto, termasuk membuat rezim penawaran yang disesuaikan untuk kontrak investasi yang melibatkan aset kripto.
Hal ini juga didukung oleh Ketua Komisi Perdagangan Berjangka dan Komoditas (CFTC), Michael Selig, yang menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan pembuatan aturan, baik Undang-Undang Klarifikasi disetujui atau tidak, dengan tujuan untuk menyelesaikan aturan sebelum akhir pemerintahan saat ini. Berita ini datang setelah Undang-Undang Klarifikasi tertunda dan akan diundi kembali pada September. Awalnya, legislator pro-kripto berharap Undang-Undang Klarifikasi disetujui sebelum Kongres beristirahat pada bulan Agustus.
Peran Regulator dalam Mengembangkan Industri Kripto
Regulator seperti SEC dan CFTC telah menunjukkan sikap yang lebih ramah terhadap kripto sejak Presiden Trump memimpin Gedung Putih. Di bawah pemerintahan Demokrat, regulator telah mengambil tindakan keras terhadap perusahaan kripto seperti Coinbase dan Kraken. Namun, di bawah pemerintahan Republik, regulator telah membatalkan beberapa gugatan besar terhadap perusahaan kripto. Presiden Trump telah berkampanye untuk membuat Amerika Serikat menjadi pusat aset digital dunia dan telah menetapkan undang-undang pro-kripto sejak menjabat.
Dengan demikian, regulasi kripto di Amerika Serikat tampaknya akan mengalami perubahan besar dalam waktu dekat. Regulator pro-kripto siap untuk meluncurkan inisiatif yang akan membantu mengembangkan industri kripto, meskipun Undang-Undang Klarifikasi tertunda. Ini merupakan berita baik bagi para penggemar kripto dan dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset digital.




