Di tengah volatilitas pasar kripto, Ethereum (ETH) saat ini berada di bawah tekanan. Setelah mencoba merebut kembali level $2.500 awal bulan ini, bear telah mengintersep gerakan tersebut. Saat ini, aset tersebut diperdagangkan sekitar $2.300, dan beberapa analis percaya bahwa koreksi yang lebih substansial dapat terjadi. Namun, indikator on-chain tertentu menunjukkan bahwa bull dapat merebut kembali kontrol di masa depan.
Menurut analis Ted, aset tersebut "terlihat lemah" saat ini. Ia mengklaim bahwa Bitcoin telah merebut kembali level kunci, sementara kripto terbesar kedua terus ditolak dari zona resistensi $2.400. Analis tersebut menambahkan bahwa zona support utama untuk ETH berada sekitar $2.200-$2.250 dan mengklaim bahwa penurunan ke kisaran tersebut tidak akan mengejutkan sebelum rebound terbentuk.
Analisis Teknis dan On-Chain
Beberapa metrik menunjukkan bahwa ETH dapat berada di ambang rally harga. Pertama, Relative Strength Index (RSI) telah turun ke 30, yang berarti aset tersebut telah memasuki wilayah oversold dan dapat siap untuk gerakan naik. Selain itu, jumlah ETH yang disimpan di bursa telah menurun, dengan data CryptoQuant menunjukkan bahwa angka tersebut baru-baru ini jatuh ke titik terendah hampir 10 tahun sekitar 14,47 juta. Ini dikaitkan dengan bullish karena mengurangi tekanan penjualan segera. Terakhir, ada minat baru dari investor institusional, dengan inflow signifikan ke ETF ETH spot menunjukkan bahwa dana pensiun, hedge fund, dan pemain besar lainnya meningkatkan exposure mereka ke aset tersebut.
Crypto Tony, trader populer dengan hampir 600.000 pengikut di X, juga memberikan pendapatnya, mengatakan bahwa mereka menunggu penurunan ke level support sekitar $2.290, yang dapat menawarkan kesempatan untuk membuka posisi long yang mungkin. Meskipun skeptisisme tersebut, ETH tetap memiliki potensi untuk rally harga di masa depan. Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto sangat volatil dan dapat berubah dengan cepat.




