Di tengah perkembangan teknologi blockchain yang pesat, pemerintah AS tampaknya siap untuk mengambil langkah besar dalam mengintegrasikan Bitcoin ke dalam strategi keuangan negara. Menurut Patrick Witt, Direktur Eksekutif Dewan Penasihat Digital Asisten Presiden, pemerintah AS telah menyelesaikan hambatan hukum utama dalam pembentukan Cadangan Bitcoin Strategis (SBR).
Witt mengungkapkan bahwa pengumuman resmi tentang SBR akan segera dilakukan, meskipun dia tidak bisa mengungkapkan lebih lanjut tentang detailnya. Namun, dia menekankan bahwa langkah ini merupakan "pemecahan" dalam hal penyelesaian masalah hukum dan penjagaan aset. Ini menandakan bahwa pemerintah AS telah membuat kemajuan signifikan dalam mengatasi tantangan hukum dan teknis yang terkait dengan pengelolaan aset digital.
Lintasan Waktu dan Perkembangan SBR
Pembentukan SBR dimulai pada Maret 2025, ketika Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan pembentukan cadangan ini. Sejak itu, Witt dan timnya telah bekerja keras untuk mengatasi hambatan hukum dan teknis yang terkait dengan pengelolaan aset digital. SBR saat ini diperkirakan memiliki sekitar 328.372 BTC, yang merupakan sekitar 1,6% dari total supply global. Aset ini diperoleh melalui penyitaan hukum dan penyelesaian kasus-kasus kejahatan.
Witt juga menyoroti pentingnya keamanan dalam pengelolaan SBR, mengutip kasus penipuan yang terjadi pada layanan penjagaan aset pemerintah. Ini menekankan bahwa pengelolaan aset digital memerlukan pendekatan yang lebih canggih dan aman untuk menghindari kerugian yang tidak diinginkan.
Dalam beberapa bulan mendatang, Kongres AS diharapkan untuk membahas dua tagihan yang terkait dengan SBR, yaitu American Reserves Modernization Act (ARMA) dan BITCOIN Act. Jika tagihan ini disetujui, maka pemerintah AS akan memiliki otoritas untuk membeli hingga 200.000 BTC per tahun selama lima tahun, dengan ketentuan bahwa aset ini harus disimpan selama minimal 20 tahun.




