Di tengah-tengah volatilitas pasar kripto, analis Johnny Rice dari Motley Fool membuat proyeksi harga XRP yang mengejutkan. Menurutnya, harga XRP dapat turun di bawah $1 pada 2031, bertentangan dengan harapan banyak investor yang optimis tentang potensi token ini. Rice menyatakan bahwa beberapa peristiwa besar yang diharapkan dapat mendorong harga XRP lebih tinggi telah berlalu, tetapi tidak dapat menciptakan demand yang berkelanjutan.
Rice menyoroti penyelesaian antara Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) dan Ripple Labs, yang memberikan kejelasan signifikan bagi token ini. Namun, Rice menyatakan bahwa penyelesaian ini tidak cukup untuk menciptakan demand yang kuat. Ia juga menyoroti peluncuran dana ETF (Exchange-Traded Funds) XRP, yang awalnya membantu mendorong minat investor, tetapi antusiasme ini terbukti singkat.
Performa XRP dan Adopsi Teknologi Ripple
Rice juga mengevaluasi performa XRP terhadap sejarah harga terbaru. Ia mencatat bahwa token ini telah turun lebih dari 60% dari tingkat tertinggi pada Juli, dan saat ini berada di bawah $2, bahkan setelah SEC menghentikan gugatan hukumnya. Rice menyatakan bahwa salah satu narasi utama di kalangan investor optimis adalah bahwa lembaga keuangan akan memerlukan XRP untuk melakukan transaksi lintas batas. Namun, ia menyatakan bahwa tesis ini tidak terbukti dalam cara yang mendukung target harga optimis.
Rice menyatakan bahwa adopsi platform pembayaran Ripple terus tumbuh, tetapi harga XRP tidak mengikuti proporsi ini. Ia menjelaskan bahwa stablecoin Ripple, RLUSD, telah mengurangi demand XRP sebagai aset jembatan. Jika lembaga keuangan memiliki alternatif yang lebih menarik untuk melakukan transaksi lintas batas, maka mekanisme demand jembatan XRP menjadi kurang efektif. Rice menyatakan bahwa ia percaya Ripple sedang membangun bisnis pembayaran yang berkembang, tetapi proyeksi harga XRP-nya tetap bearish, dengan harapan bahwa harga XRP akan turun di bawah $1 dalam lima tahun ke depan.




