Gejolak geopolitik global, kondisi pasar beruang, dan faktor lainnya telah menekan harga Ethereum, membuat pertanyaan tentang kemungkinan koreksi lebih dalam menjadi perhatian. Sekitar seminggu yang lalu, harga Ethereum melonjak ke sekitar $2.465, tetapi saat ini berada di sekitar $2.300. Analis X, Ted, mencatat bahwa aset mencoba merebut kembali tanda $2.400 tetapi gagal, menetapkan $2.250 sebagai dukungan kunci berikutnya.
Beberapa analis lainnya, seperti CRYPTOWZRD dan Crypto Tony, juga memberikan perhatian pada kinerja cryptocurrency ini. CRYPTOWZRD mengklaim bahwa memecahkan resistensi $2.380 dan mempertahankannya dapat membuka jalan untuk kenaikan yang lebih substansial, sementara Crypto Tony memperhatikan zona penting lainnya: "Perebutan kembali $2.360 dan kita dapat membicarakan kenaikan dan entri long yang lebih aman, tetapi tidak sekarang."
Analisis Teknis dan Prediksi Harga
Beberapa tokoh industri terkemuka masih yakin bahwa Ethereum akan mencapai puncak yang cukup tinggi. Contohnya, Tom Lee, CIO Fundstrat Capital, baru-baru ini membayangkan kenaikan parabolis ke $250.000. Perlu diingat bahwa ia adalah Chairman Bitmine Immersion Technologies, sebuah perusahaan yang berinvestasi besar di Ethereum. Belakangan ini, entitas tersebut membeli 101.627 koin, membawa total stoknya menjadi hampir 5 juta token, atau sekitar 4,12% dari pasokan Ethereum yang beredar.
Menurut beberapa indikator teknis, Ethereum mungkin akan mengalami kenaikan lagi. Indeks Kekuatan Relatif (RSI), misalnya, telah turun di bawah 30, berarti aset telah memasuki wilayah oversold dan mungkin akan mengalami rally. Alat analisis teknis ini sering digunakan oleh pedagang untuk mendeteksi potensi perubahan tren. Selain itu, jumlah Ethereum yang disimpan di bursa telah menurun, dengan data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa angka tersebut baru-baru ini jatuh ke tingkat terendah hampir 10 tahun, sekitar 14,5 juta. Trend ini mencerminkan keyakinan investor yang kuat dan mengurangi tekanan penjualan langsung.




