Di tengah pertumbuhan pasar prediksi yang sangat pesat, Polymarket, platform yang memungkinkan pengguna untuk berdagang pada hasil acara dunia nyata, berencana menggalang dana $400 juta dengan valuasi sekitar $15 miliar. Langkah ini diambil setelah kompetitor Kalshi berhasil menggalang dana $1 miliar yang menempatkan perusahaan pada valuasi sekitar $22 miliar.
Pasar prediksi telah mengalami peningkatan volume perdagangan dan partisipasi pengguna, menarik perhatian investor lembaga yang berusaha untuk memanfaatkan pasar yang berkembang. Menurut perkiraan dari firma broker Bernstein, volume perdagangan pasar prediksi diperkirakan akan mencapai $1 triliun per tahun pada 2030. Platform besar seperti Kalshi dan Polymarket telah mencatat volume perdagangan sekitar $60 miliar hingga saat ini, melampaui $51 miliar yang dicatat pada tahun 2025.
Tantangan Regulasi dan Keamanan
Meskipun pertumbuhan yang pesat, pasar prediksi juga menghadapi tantangan regulasi dan keamanan. Baru-baru ini, ditemukan bahwa sekelompok dompet baru yang tidak memiliki aktivitas sebelumnya telah memenangkan sekitar $663.000 pada Polymarket dengan memprediksi gencatan senjata antara AS dan Iran sebelumnya. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan penyalahgunaan informasi insider. Selain itu, otoritas Israel juga menuduh seorang anggota pasukan cadangan dan seorang warga sipil atas penggunaan informasi militer klasifikasi untuk memasang taruhan pada Polymarket.
Tekanan regulasi juga semakin meningkat di seluruh dunia. Misalnya, pada Maret, pengadilan di Buenos Aires memerintahkan pemblokiran nasional terhadap Polymarket, dengan alasan bahwa platform tersebut beroperasi sebagai platform taruhan tanpa lisensi dan memiliki celah dalam pengecekan identitas dan kontrol pembayaran, termasuk penggunaan cryptocurrency dan kartu kredit tanpa standar kepatuhan.




