Setelah beberapa bulan mengalami penurunan, harga Bitcoin mulai pulih dan kini diperkirakan bisa mencapai $100.000 pada akhir tahun. Standard Chartered, salah satu bank terbesar di dunia, memprediksikan bahwa harga Bitcoin telah mencapai titik terendahnya dan kini mulai pulih. Geoff Kendrick, kepala penelitian aset digital Standard Chartered, menyatakan bahwa "musim dingin" telah berakhir dan "musim semi kripto" telah dimulai.
Penurunan harga Bitcoin beberapa bulan terakhir dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penjualan aset kripto oleh investor untuk membeli saham SpaceX yang baru saja melakukan IPO. Namun, dengan IPO SpaceX telah selesai, tekanan jual tersebut diperkirakan akan berkurang. Selain itu, perkembangan geopolitik, seperti kemungkinan perdamaian antara AS dan Iran, juga dapat memengaruhi harga minyak dan suku bunga obligasi AS, yang pada gilirannya dapat memengaruhi harga Bitcoin.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin
Kendrick menyebutkan tiga sinyal konfirmasi yang dapat memvalidasi prediksinya. Pertama, ia menantikan Strategy untuk mengumumkan pembelian Bitcoin tambahan pada hari Senin. Kedua, ia mengharapkan ETF Bitcoin AS untuk kembali mengalami arus masuk positif pada hari Jumat. Ketiga, ia ingin melihat penurunan harga minyak global terus berlanjut seiring dengan perkembangan situasi diplomatik Iran. Jika ketiga sinyal tersebut terjadi, maka prediksi "musim semi kripto" Standard Chartered akan semakin kuat, menunjukkan bahwa kekuatan institusional dan makro telah mulai beralign untuk mendorong harga Bitcoin kembali ke target $100.000 pada akhir tahun.
Dengan demikian, investor kripto dapat mulai optimis tentang prospek harga Bitcoin di masa depan. Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto sangat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.




