Di tengah kekhawatiran bahwa kebangkitan AI akan mengakhiri era aplikasi, App Store justru mengalami ledakan aplikasi baru. Menurut analisis dari Appfigures, jumlah aplikasi baru di App Store meningkat 80% pada kuartal pertama 2026, dan 104% pada April 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Hal ini bertentangan dengan prediksi beberapa ahli, seperti CEO Nothing Carl Pei, yang berpendapat bahwa AI akan menggantikan aplikasi. Namun, data Appfigures menunjukkan bahwa AI justru membuatnya lebih mudah bagi siapa saja untuk membuat aplikasi, sehingga memicu kelahiran kembali App Store.
Aplikasi Baru: Kategori dan Tren
Kategori aplikasi yang paling banyak melihat peluncuran baru adalah game mobile, diikuti oleh aplikasi produktivitas, utilitas, gaya hidup, dan kesehatan. Ini menunjukkan bahwa AI telah membuatnya lebih mudah bagi orang-orang untuk membuat aplikasi yang mereka inginkan, bahkan tanpa memiliki keterampilan teknis yang cukup.
Alat-alat AI seperti Claude Code dan Replit kemungkinan besar berperan dalam ledakan aplikasi baru ini. Namun, ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan Apple untuk memantau dan mengawasi aplikasi-aplikasi baru yang masuk ke App Store.
Baru-baru ini, Apple harus menarik aplikasi Freecash dari App Store karena pelanggaran aturan, dan juga terkejut oleh aplikasi kriptocurrency yang jahat yang menguras $9,5 juta dari akun korban. Ini menunjukkan bahwa Apple masih memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan dalam memastikan keamanan dan kualitas aplikasi di App Store.




