Penurunan harga Bitcoin di bawah $60.000 telah memicu penjualan besar-besaran di pasar kripto, yang berdampak signifikan pada saham Strategy (MSTR). Pada hari Selasa, saham MSTR jatuh lebih dari 10% ke level terendah dalam dua tahun, yaitu sekitar $92. Penurunan ini terjadi ketika harga Bitcoin jatuh ke sekitar $59.000, yang merupakan penurunan sebesar $6.700 atau sekitar 5% dalam satu hari.
Menurut analisis dari CryptoQuant, Strategy telah terlalu banyak membeli Bitcoin dan harus berhenti membeli lebih banyak untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Perusahaan ini telah membeli 847.363 Bitcoin dengan harga rata-rata sekitar $75.680 per koin, tetapi dengan harga Bitcoin saat ini sekitar $59.324, perusahaan tersebut mengalami kerugian yang signifikan. CryptoQuant merekomendasikan Strategy untuk mengembalikan cadangan kasnya ke sekitar $2,8 miliar sebelum melanjutkan pembelian Bitcoin.
Tantangan Strategi Bisnis Strategy
Model bisnis Strategy dibangun dengan asumsi bahwa harga Bitcoin akan terus meningkat, sehingga perusahaan dapat membeli lebih banyak Bitcoin dan meningkatkan nilai sahamnya. Namun, dengan penurunan harga Bitcoin, model bisnis ini mulai terganggu. Saham MSTR saat ini bernilai lebih rendah daripada nilai Bitcoin yang dimiliki perusahaan, yang berarti bahwa perusahaan tersebut tidak dapat mengeluarkan saham atau instrumen preferen dengan harga yang menarik.
Penurunan harga Bitcoin juga mempengaruhi kemampuan Strategy untuk memenuhi kewajiban dividen tahunannya, yang telah meningkat dari sekitar $300 juta pada awal 2026 menjadi sekitar $1,2 miliar saat ini. Cadangan kas perusahaan telah menurun 38% pada tahun ini, dan cakupan dividen telah menyusut menjadi sekitar 14 bulan. Jika Strategy tidak dapat mengembalikan cadangan kasnya, perusahaan tersebut mungkin akan menghadapi tekanan untuk menjual Bitcoin untuk memenuhi kewajiban dividen, yang akan menambah tekanan pada harga Bitcoin.




