Seiring momentum yang terus meningkat untuk membentuk struktur pasar kripto yang jelas, Kongres AS telah menjadwalkan pertemuan pada 17 Juli di New York untuk membahas Undang-Undang CLARITY. Undang-undang ini, yang pertama kali diperkenalkan oleh Ketua Komite Jasa Keuangan House, French Hill, pada 29 Mei 2025, merupakan upaya paling signifikan untuk membentuk kerangka regulasi yang tahan lama untuk aset digital di Amerika Serikat.
Inti dari Undang-Undang CLARITY adalah pembagian yurisdiksi yang jelas: Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) akan menerima wewenang eksklusif atas pasar spot untuk "komoditas digital" - termasuk Bitcoin - sementara Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) mempertahankan yurisdiksi atas aset digital yang memenuhi syarat sebagai kontrak investasi. Pembagian ini telah menjadi sumber frustrasi industri selama bertahun-tahun, karena perusahaan telah menghadapi penindakan yang tumpang tindih dari kedua badan, sehingga menghambat inovasi dan mendorong pengembangan ke luar negeri.
Langkah Maju Menuju Regulasi yang Jelas
Undang-Undang CLARITY telah membangun momentum melalui Kongres ke-119. Komite Perbankan Senat telah memajukan undang-undang ini dengan suara 15-9 pada 14 Mei, dengan semua 13 anggota Republik dan dua anggota Demokrat. Meskipun demikian, jalur ke depan tidak tanpa gesekan. Undang-undang ini masih perlu melewati ambang batas suara 60 di Senat, direkonsiliasi dengan versi Komite Pertanian Senat, dan kemudian diselaraskan dengan teks yang telah disetujui oleh House sebelum menuju meja presiden.
Lebih dari 100 perusahaan kripto telah mendesak Senat untuk memajukan undang-undang ini, dan meskipun ada gesekan awal tentang bahasa tanggung jawab pengembang, koalisi industri pada umumnya telah tetap bersatu. Penelitian Galaxy saat ini memperkirakan kemungkinan 60-75% bahwa undang-undang ini akan menjadi hukum pada 2026, dengan proyeksi tanda tangan presiden kemungkinan terjadi pada minggu pertama Agustus.




