Di tengah pesatnya pertumbuhan industri keuangan teknologi (fintech), Kalshi, raksasa pasar prediksi, siap melantai di bursa saham pada 2027 atau 2028. Pendapatan perusahaan ini telah mencapai $2 miliar, tiga kali lipat dari pendapatan pada November 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume perdagangan yang terkait dengan playoffs NBA dan Piala Dunia FIFA.
Kalshi, yang didirikan pada 2020 oleh Tarek Mansour dan Luana Lage, telah menjadi kekuatan dominan di pasar prediksi AS. Perusahaan ini telah mencapai pendapatan $16,81 miliar pada Mei, meningkat dari $14,81 miliar pada April. Kalshi juga telah menutup putaran pendanaan Series F sebesar $1 miliar yang dipimpin oleh Coatue, dengan valuasi $22 miliar, dua kali lipat dari valuasi pada Januari.
Pertumbuhan dan Ekspansi
Pertumbuhan Kalshi telah menarik perhatian dari firma-firma Wall Street yang mencari tempat baru untuk menggelontorkan modal. Perusahaan ini telah meningkatkan volume perdagangan tahunannya dari $52 miliar menjadi $178 miliar dalam setahun terakhir, dan perdagangan institusional pada platform ini telah melonjak 800% dalam enam bulan terakhir. Kalshi berencana untuk menggunakannya untuk memperluas kemampuan perdagangan blok, produk risiko baru untuk dana hedge, manajer aset, dan perusahaan asuransi, serta meningkatkan infrastruktur perdagangan inti.
IPO Kalshi akan tergantung pada kondisi pasar yang lebih luas dan ketahanan pertumbuhan perusahaan. Namun, dengan status sebagai bursa yang diatur oleh CFTC, Kalshi memiliki keunggulan dalam adopsi institusional yang tidak dapat direplikasi oleh pesaing desentralisasi. Jika Kalshi melantai di bursa saham pada 2027 atau 2028 dengan valuasi dekat dengan putaran pendanaan terakhir, maka akan menjadi salah satu IPO fintech terbesar di AS dalam beberapa tahun terakhir.




