Presiden Donald Trump baru-baru ini menandatangani dua perintah eksekutif yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan komputasi kuantum di Amerika Serikat. Perintah ini juga mempercepat transisi pemerintah federal ke enkripsi yang dapat menahan serangan kuantum. Langkah ini memiliki implikasi signifikan bagi bitcoin dan industri kripto secara umum, karena komputasi kuantum yang cukup kuat dapat merusak fondasi kriptografi yang mendasari aset digital.
Perintah pertama, yang berjudul "Membuka Era Baru Inovasi Kuantum", menetapkan target ambisius untuk mengembangkan komputer kuantum yang "relevan secara ilmiah" di laboratorium nasional atau fasilitas Departemen Energi pada tahun 2028. Perintah ini juga mengarahkan Departemen Perdagangan, Energi, dan Pertahanan, serta NASA, untuk mengembangkan rencana penerapan teknologi sensor dan jaringan kuantum dalam waktu lima tahun.
Dampak pada Bitcoin
Perintah kedua adalah yang perlu diperhatikan oleh pemegang bitcoin. Perintah ini mempercepat batas waktu pengadopsian kriptografi pasca-kuantum dari tahun 2035 menjadi Desember 2031, dan mengarahkan NIST untuk menyelesaikan migrasi pilot sistem federal pada akhir tahun 2027. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur juga telah ditugaskan untuk membantu operator infrastruktur kritis membuat transisi ini. Kekhawatiran bagi bitcoin adalah apa yang disebut "Hari Kuantum" (Q-Day) - saat komputer kuantum menjadi cukup kuat untuk merusak kunci privat dari alamat publik, sehingga memungkinkan penyerang untuk menguras dompet yang terkena.
Perintah eksekutif Trump tidak secara langsung mengatur kripto, tetapi dengan mempercepat batas waktu federal empat tahun lebih awal, mereka mengirim sinyal bahwa Hari Kuantum tidak lagi merupakan hipotesis jauh, dan jendela untuk memperkuat bitcoin mungkin lebih sempit daripada yang diasumsikan oleh industri.




