Sebuah tren menurun telah terjadi di pasar Bitcoin, dengan harga jatuh di bawah $77.000. Penyebab utama penurunan ini adalah keluarnya dana dari Exchange-Traded Fund (ETF) dan likuidasi besar-besaran. Selain itu, arus masuk modal yang lemah juga memperburuk keadaan. Dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin telah jatuh sekitar $5.000 dari tingkat tertingginya sebelumnya, yaitu $82.000.
Menurut data dari Glassnode, total likuidasi crypto mencapai sekitar $657 juta dalam waktu 24 jam, dengan $584 juta di antaranya berasal dari posisi long. Sementara itu, ETF Bitcoin spot di AS mencatat keluarnya dana sebesar $648,6 juta pada hari Senin, yang merupakan keluarnya dana terbesar sejak 29 Januari. BlackRock's IBIT memimpin keluarnya dana dengan $448,3 juta, diikuti oleh Ark & 21Shares' ARKB dengan $109,6 juta dan Fidelity's FBTC dengan $63,4 juta.
Tren Pasar yang Mengkhawatirkan
Penurunan harga Bitcoin ini telah memicu kekhawatiran di kalangan analis, yang menyatakan bahwa rally saat ini masih kurang memiliki dukungan modal yang cukup. Mereka juga menyatakan bahwa pasar masih rentan terhadap guncangan eksternal dan volatilitas suku bunga. Dalam beberapa minggu terakhir, total keluarnya dana dari ETF telah mencapai sekitar $1 miliar, yang merupakan tanda bahwa investor masih ragu-ragu untuk memasuki pasar.
Realised Cap 30-Day Net Position Change, yang mengukur perubahan modal pada rantai, menunjukkan bahwa recovery saat ini masih kurang memiliki dukungan modal yang kuat. Menurut analis Bitfinex, "data ini menunjukkan bahwa recovery masih kurang memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk bertahan dalam regime makroekonomi yang lebih tinggi, sehingga membuat pasar rentan terhadap guncangan eksternal dan volatilitas suku bunga."




