Perusahaan Exodus, yang berbasis di Omaha, baru-baru ini mengadakan sebuah acara yang memperkenalkan visi mereka tentang bagaimana self-custody dapat mengubah cara penggunaan uang di kehidupan sehari-hari. CEO JP Richardson membuka acara tersebut dengan menceritakan pengalaman Exodus yang tidak biasa di Bursa Efek New York (NYSE) pada Mei 2024, di mana perusahaan tersebut harus menghadapi perubahan aturan yang tidak terduga yang membuat mereka harus meninggalkan rencana listing di NYSE.
Richardson menjelaskan bahwa perusahaan tersebut akhirnya berhasil listing di NYSE American pada Januari, tetapi pengalaman tersebut membuat mereka menyadari betapa pentingnya self-custody dalam menghadapi perubahan regulasi dan politik. Exodus telah membangun sebuah dompet self-custodial yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan kunci pada perangkat mereka sendiri dan melakukan transaksi tanpa harus menyimpan dana pada akun perusahaan.
Menuju "Satu Aplikasi untuk Uang"
Richardson juga menjelaskan bahwa industri cryptocurrency masih belum memenuhi kebutuhan pengguna biasa dalam hal kemudahan penggunaan. Ia menceritakan pengalaman membantu seorang teman untuk mengunduh empat aplikasi dompet yang berbeda dan menulis frase seed 12 kata pada selembar kertas, yang masih menjadi ritual yang umum digunakan dalam industri ini. Exodus berharap dapat mengubah hal ini dengan memperkenalkan konsep "satu aplikasi untuk uang" yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan aset digital, melakukan transaksi, dan menghubungkan dengan jaringan kartu, semua dalam satu aplikasi.
Untuk mencapai hal ini, Exodus telah mengakuisisi beberapa perusahaan, termasuk Monavate dan Baanx UK, yang menyediakan infrastruktur pengeluaran dan pengolahan kartu yang terintegrasi. Dengan akuisisi ini, Exodus dapat mengeluarkan dan mengolah kartu secara langsung, serta memperluas kemampuan mereka dalam menyediakan layanan keuangan yang lebih luas.
CFO James Gernetzke menjelaskan bahwa platform Exodus sekarang mendukung enam lapisan aktivitas, dari dompet inti dan mesin pertukaran hingga pengeluaran kartu dan infrastruktur perbankan. Ini memungkinkan Exodus untuk menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari setiap transaksi yang dilakukan melalui platform mereka.




