Di tengah ketidakpastian pasar kripto, Ethereum berhasil mencapai rekor aktivitas jaringan triwulanan pada triwulan pertama 2026. Data dari Artemis menunjukkan bahwa jaringan ini memproses lebih dari 200 juta transaksi, meningkat 43% dari triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh jaringan Layer 2 yang memproses transaksi di luar jaringan dan menyelesaikannya di Ethereum.
Rollup seperti Base dan Arbitrum memungkinkan penggunaan jaringan yang lebih efisien, sehingga meningkatkan jumlah transaksi yang diproses. Selain itu, penerbitan stablecoin juga meningkat, mendorong total suplai di Ethereum menjadi sekitar $180 miliar pada triwulan ini. Token-token ini mendukung aktivitas keuangan terdesentralisasi, pembayaran, dan aliran remitansi di seluruh ekosistem.
Analisis dan Proyeksi Masa Depan
Para analis mencatat bahwa harga Ether masih berada di sekitar $2.400, lebih dari 50% di bawah puncaknya pada 2025. Namun, mereka juga melihat adanya kesenjangan yang semakin besar antara penggunaan jaringan dan tren valuasi pasar. Beberapa pengamat pasar melihat kesenjangan ini sebagai tanda bahwa harga belum sepenuhnya mencerminkan fondasi jaringan. Siklus sejarah menunjukkan bahwa perluasan jaringan yang berkelanjutan sering kali mendahului fase pemulihan harga yang lebih luas di pasar kripto.
Meskipun demikian, para analis juga mengingatkan bahwa pertumbuhan transaksi mungkin termasuk pergerakan stablecoin otomatis, bukan adopsi pengguna baru. Ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa banyak aktivitas yang mencerminkan permintaan ekonomi yang sebenarnya di jaringan. Momentum masa depan tergantung pada apakah jaringan dapat mempertahankan lebih dari 200 juta transaksi pada triwulan kedua 2026, serta aktivitas stablecoin dan Layer 2 yang berkelanjutan.




