Setelah berbulan-bulan mengalami stagnasi, harga Bitcoin akhirnya melonjak sebesar 11% dan menandai perubahan signifikan dalam momentum pasarnya. Namun, analis on-chain yang berpengaruh telah memperingatkan bahwa pembeli Bitcoin harus berhati-hati dan tidak terlalu cepat bergabung dengan pesta pecah ini.
Menurut analis GugaOnchain, rasio Market Value to Realized Value (MVRV) saat ini berada di atas rata-rata 30 hari sebesar 1.2947, yang menunjukkan bahwa kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini telah memperoleh validitas. Selain itu, rasio Taker Buy/Sell pada Binance juga menunjukkan peningkatan agresi pembelian, yang memperkuat anggapan bahwa peserta pasar aktif mendorong harga lebih tinggi.
Analisis Teknis dan Makroekonomi
Namun, dari perspektif makroekonomi, pasar belum memasuki fase yang terlalu panas. Rasio MVRV saat ini sebesar 1.3856 masih jauh lebih rendah dari SMA-365 (garis makro) yang berada sekitar 1.8620. Dari perspektif aksi harga, harga Bitcoin mungkin memang harus mengalami retracement. Menurut analis, harga Bitcoin baru-baru ini melanggar resistensi saluran ascending pada timeframe harian, yang merupakan tanda lanjutan bullish. Namun, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) saat ini menunjukkan tanda-tanda kelelahan, dengan pembacaan RSI sebesar 67.85 yang berada dekat dengan wilayah overbought sebesar 70.
Sebagai kesimpulan, analis merekomendasikan bahwa pembeli Bitcoin harus menunggu sampai harga mencapai dasar retracement, bukan pada resistance breakout saat ini. Jika harga Bitcoin memang mengalami retracement, maka akan menuju ke "channel support" antara $70.000 dan $65.000. Pada saat penulisan ini, harga BTC berada sekitar $77.014, yang menunjukkan kenaikan sebesar 2,8% sejak hari sebelumnya.




