Di tengah-tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, Bitcoin masih menghadapi hambatan dalam mencapai adopsi yang lebih luas. Menurut Amy Oldenburg, Kepala Strategi Aset Digital Morgan Stanley, pendidikan investor dan penasihat menjadi hambatan utama, bukan ketersediaan produk. Oldenburg memiliki pengalaman lebih dari 26 tahun di Morgan Stanley dan telah bekerja di berbagai negara dengan infrastruktur perbankan yang terbatas.
Oldenburg membandingkan adopsi Bitcoin dengan penyebaran layanan uang mobile M-Pesa di Afrika Timur pada tahun 2007. Ia menyatakan bahwa orang-orang di daerah tersebut tidak menolak sistem perbankan tradisional karena ideologi, melainkan karena sistem tersebut telah gagal mereka. Oldenburg juga menyatakan bahwa pengalaman ini membantunya memahami potensi Bitcoin sebagai sistem nilai yang desentralisasi dan tanpa batas.
Regulasi dan Pendidikan
Morgan Stanley telah memulai langkah-langkah untuk memasuki pasar Bitcoin, tetapi proses ini tidaklah mudah. Sebagai bank yang sistematis penting, Morgan Stanley harus memenuhi persyaratan perawatan modal dan regulasi yang ketat. Oldenburg menyatakan bahwa pendidikan investor dan penasihat menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi Bitcoin. Banyak penasihat keuangan masih belum dapat membedakan Bitcoin dari aset kripto lainnya, sehingga mereka enggan merekomendasikan Bitcoin kepada klien.
Oldenburg juga menyatakan bahwa krisis keuangan dapat menjadi katalis untuk meningkatkan adopsi Bitcoin. Ia menyatakan bahwa jika sistem keuangan tradisional gagal, maka orang-orang akan mencari alternatif yang lebih stabil dan aman, seperti Bitcoin. Morgan Stanley saat ini sedang mengembangkan rencana untuk meningkatkan akses kripto dan melakukan pendidikan penasihat keuangan tentang Bitcoin.




