Di tengah tren pasar yang bergeser, harga bitcoin kini berada di posisi rawan di bawah $65.000. Penurunan ini terjadi karena momentum investor bergeser ke aset lain seperti saham artificial intelligence (AI) dan initial public offering (IPO). Menurut Jim Ferraioli, direktur penelitian dan strategi digital currencies di Charles Schwab, bitcoin telah kehilangan statusnya sebagai aset momentum utama di pasar.
Penurunan harga bitcoin ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, tetapi lebih kepada pergeseran investor ke aset lain yang dianggap lebih menjanjikan. Ferraioli menjelaskan bahwa bitcoin telah berada di bear market sejak Oktober tahun lalu dan tidak ada alasan yang cukup kuat untuk membeli aset ini saat ini. "Bitcoin telah berada di bear market sejak Oktober," kata Ferraioli. "Tidak ada alasan untuk membeli di sini ketika ada pilihan lain yang lebih menarik."
Peran AI dan IPO dalam Penurunan Harga Bitcoin
Penurunan harga bitcoin ini juga dipengaruhi oleh kesuksesan saham AI dan IPO yang telah menarik perhatian investor. Perusahaan seperti SpaceX, OpenAI, dan Anthropic telah mengumumkan IPO yang sangat dinantikan, dan investor tampaknya sedang mempersiapkan likuiditas untuk berpartisipasi. Menurut Alex Saunders, analis di Citi, arus dana ETF bitcoin telah berbalik negatif, yang merupakan indikator yang jelas tentang permintaan investor.
Penurunan harga bitcoin ini juga dipengaruhi oleh perubahan regulasi di Amerika Serikat. Undang-undang Clarity Act yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto tidak kunjung terwujud. Tanpa dukungan regulasi ini, sentimen investor diperkirakan akan tetap lesu. Dalam beberapa minggu terakhir, harga bitcoin telah mencapai level terendah sejak Februari, dan analis memperkirakan bahwa harga ini dapat terus turun jika tidak ada perubahan signifikan dalam sentimen investor.




