Penurunan harga Bitcoin ke level $67.000 telah memicu penjualan besar-besaran saham-saham terkait kripto. Selain itu, penarikan dana dari ETF kripto dan gerakan Bitcoin di Mt. Gox juga memperburuk situasi. Saham Strategy (MSTR) yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar, turun 9,15% pada Selasa, dengan harga penutupan $136,08. Sementara itu, Coinbase Global (COIN) dan Strive, Inc. (ASST) juga mengalami penurunan masing-masing 4,23% dan 6,23%.
Penjualan 32 Bitcoin oleh Strategy, yang merupakan penjualan pertama mereka dalam beberapa tahun, juga memperburuk situasi. Meskipun jumlahnya relatif kecil, hanya 0,004% dari total Bitcoin yang dimiliki Strategy, namun dampak psikologisnya cukup besar. Strategy telah membangun reputasi sebagai perusahaan yang tidak akan menjual Bitcoin, namun kini hal itu telah berubah. Saham MSTR telah turun hampir 15% sejak hari Jumat.
Dampak Penjualan Bitcoin terhadap Pasar
Penjualan Bitcoin oleh Mt. Gox, yang merupakan salah satu exchange kripto terbesar di dunia, juga memperburuk situasi. Pada tanggal 2 Juni, Mt. Gox memindahkan 10.422 Bitcoin, senilai sekitar $739 juta, ke sebuah alamat baru. Gerakan ini memicu reaksi dari sistem trading otomatis, yang kemudian memperburuk penurunan harga Bitcoin. Sementara itu, Strive, Inc. membuat keputusan untuk membeli 2.500 Bitcoin, senilai sekitar $185,2 juta, pada saat harga Bitcoin sedang lemah.
Penurunan harga Bitcoin telah mempengaruhi saham-saham terkait kripto, termasuk MSTR dan ASST. Kedua saham ini kini sedang mengalami penurunan yang cukup besar, yang menunjukkan bahwa model treasury yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan ini memiliki risiko yang cukup tinggi. Ketika harga Bitcoin turun, saham-saham terkait kripto juga akan turun lebih keras. Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dalam mempertimbangkan investasi di saham-saham terkait kripto.




