Di tengah penurunan harga XRP yang terus-menerus, sebuah transaksi besar senilai $117 juta terjadi di blockchain Ripple, memicu spekulasi tentang identitas pemilik dompet yang terlibat. Menurut data yang dipublikasikan oleh analis crypto Ripple Bull Winkle, transaksi ini melibatkan 81 juta XRP, yang merupakan salah satu transaksi terbesar dalam sejarah XRP.
Transaksi Besar dan Anonim
Transaksi ini terjadi pada hari Selasa, 17 Februari, dan menarik perhatian komunitas crypto karena skala dan anonimitasnya. Ripple Bull Winkle mengungkapkan bahwa transaksi ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan tindakan yang disengaja dan strategis. Analis ini juga menyatakan bahwa kurangnya identitas pemilik dompet yang terlibat memicu spekulasi bahwa sebuah "whale" (pemilik besar) mungkin sedang mengumpulkan XRP sebelum terjadi perubahan pasar atau peristiwa penting.
Blockchain Ripple membenarkan transaksi ini dan menyediakan alamat dompet yang terlibat, namun tidak mengungkapkan identitas pemiliknya. Hal ini menambahkan lapisan intrik pada transaksi ini, terutama karena harga XRP telah menurun secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Harga XRP telah jatuh dari tingkat tertinggi di atas $3 pada tahun 2025 menjadi di bawah $1,5 pada saat penulisan.
Analisis lebih lanjut oleh analis pasar Crypto Tony menyatakan bahwa tren XRP saat ini "sangat bearish" dan bahwa harga XRP dapat terus menurun, potensial menuju $1,38. Ini akan merupakan koreksi signifikan sebesar 2,8% dari harga saat ini. Namun, analis ini juga menunjukkan bahwa XRP dapat kembali ke level resistensi di atas $1,5 jika mendapatkan momentum bullish kembali.









