Di dunia teknologi penulisan, Grammarly merupakan salah satu nama yang paling dikenal. Baru-baru ini, mereka meluncurkan fitur "Expert Review" yang diklaim dapat membantu pengguna menulis dengan lebih baik berkat saran dari para penulis dan pemikir terkenal. Fitur ini muncul di sidebar Grammarly dan menawarkan saran revisi "dari perspektif" para ahli. Namun, pertanyaan yang timbul adalah, apakah para ahli ini benar-benar terlibat dalam proses ini?
Menurut laporan dari Wired, Grammarly menggunakan nama penulis terkenal, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal, untuk memberikan saran revisi. Bahkan, fitur ini juga dapat menampilkan saran dari jurnalis teknologi di beberapa publikasi terkenal. Namun, yang menarik adalah, tidak ada bukti bahwa para ahli ini benar-benar terlibat dalam proses "Expert Review". Sebaliknya, Grammarly menggunakan karya-karya mereka yang sudah dipublikasikan untuk memberikan saran revisi.
Apakah Ini Etis?
Pertanyaan tentang etika menggunakan nama besar untuk fitur "Expert Review" ini tentu saja muncul. Alex Gay, wakil presiden produk dan pemasaran perusahaan induk Grammarly, Superhuman, menjelaskan bahwa nama-nama ahli ini digunakan karena karya-karya mereka sudah dipublikasikan dan banyak dikutip. Namun, ini tidak menjawab pertanyaan tentang apakah para ahli ini benar-benar terlibat dalam proses ini. Seorang sejarawan, C.E. Aubin, bahkan menyatakan bahwa "ini bukanlah tinjauan ahli, karena tidak ada 'ahli' yang terlibat dalam proses ini".
Oleh karena itu, kita perlu mempertanyakan apakah fitur "Expert Review" dari Grammarly benar-benar dapat diandalkan. Apakah menggunakan nama besar untuk fitur ini etis? Jawabannya tentu saja tidak. Grammarly perlu lebih transparan tentang proses ini dan memastikan bahwa para ahli yang namanya digunakan benar-benar terlibat dan menyetujui penggunaan namanya.









