Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, XRP telah menarik perhatian baru-baru ini dengan sinyal on-chain yang langka. Menurut Santiment, realized losses XRP telah melonjak hingga hampir $2 miliar dalam satu minggu, yang merupakan lonjakan terbesar sejak 2022. Sinyal ini menarik perhatian trader karena sering kali menandai proses pembersihan pemegang yang lemah.
Dalam beberapa siklus sebelumnya, lonjakan serupa terjadi dekat dengan titik terendah utama dan diikuti oleh rally yang kuat. Namun, perlu diingat bahwa hasil ini tidak selalu dapat diulang dan tergantung pada kondisi pasar yang spesifik. Sinyal on-chain ini telah memicu diskusi tentang kemungkinan kenaikan XRP di masa depan. Beberapa analis telah memperkirakan target harga XRP yang ambisius, seperti $13, $27, dan $70 dalam beberapa bulan ke depan.
Analisis Lebih Lanjut
Untuk memahami implikasi dari sinyal on-chain ini, perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Realized losses merupakan ukuran kapitulasi, di mana investor menjual aset dengan harga yang lebih rendah dari harga beli. Ini dapat menandai proses pembersihan pemegang yang lemah dan membuka jalan bagi pemegang yang lebih kuat untuk memasuki pasar. Namun, perlu diingat bahwa harga XRP juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti likuiditas, sentimen pasar, dan tekanan beli yang berkelanjutan.
XRP saat ini diperdagangkan di sekitar $1,45, yang merupakan kenaikan sekitar 1,50% dalam 24 jam terakhir, tetapi turun sekitar 24% dalam sebulan terakhir. Token ini bergerak seiring dengan Bitcoin dalam rally pasar yang lebih luas. Kekuatan jangka pendek seperti ini dapat menjadi awal dari kenaikan yang lebih besar, tetapi juga dapat menjadi pemulihan singkat dalam koreksi yang lebih lama. Trader yang memantau grafik ingin melihat volume yang lebih besar dan tingkat yang jelas sebelum memanggil perubahan tren.









