Di tengah ketidakpastian pasar, harga Bitcoin (BTC) mungkin akan mengalami pemulihan dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini didorong oleh perubahan posisi "smart money" di CME, yang telah mengurangi posisi short mereka dalam sebulan terakhir. Perubahan ini telah terjadi sebelumnya, yaitu pada April 2025 dan 2023, yang kemudian diikuti oleh kenaikan harga BTC sebesar 70% dan 190%.
Menurut laporan CFTC Commitment of Traders (COT), non-commercial Bitcoin futures traders telah mengurangi posisi net mereka menjadi sekitar -1.600 kontrak, dari sekitar +1.000 kontrak sebulan sebelumnya. Ini berarti bahwa besar speculators, termasuk hedge funds dan lembaga keuangan lainnya, telah bergeser dari net short ke long, dengan bulls mengalahkan bears di CME.
Analisis Teknis dan Fundamental
Analisis teknis menunjukkan bahwa harga BTC saat ini sedang berada di sekitar 200-week exponential moving average (200-week EMA), yang telah berfungsi sebagai lantai bear-market dalam beberapa tahun terakhir. Pada saat yang sama, weekly relative strength index (RSI) masih berada di wilayah oversold, yang menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah. Kondisi ini dapat memicu rebound harga BTC dalam beberapa minggu mendatang.
Menurut analis Tom McClellan, perubahan posisi "smart money" ini merupakan "kondisi, bukan sinyal", yang berarti bahwa harga BTC masih bisa turun sebelum membentuk dasar yang kuat. Namun, jika rebound terjadi, harga BTC bisa meningkat ke sekitar $85.000 pada April mendatang. Beberapa analis lainnya, seperti Kaiko, juga melihat kemungkinan bahwa harga BTC bisa mencapai dasar sekitar $40.000-$50.000 berdasarkan kerangka "four-year cycle".









