Bank of America baru-baru ini mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan terjadinya penurunan harga saham yang signifikan, terutama di sektor teknologi. Hal ini dapat berdampak pada harga Bitcoin karena korelasi yang kuat antara kedua aset. Menurut Bank of America, indeks S&P 500 masih "mahal" berdasarkan 18 dari 20 metrik valuasi, dan diperkirakan akan mengalami penurunan karena penurunan multiplier.
Hal ini dapat berdampak pada harga Bitcoin karena aset kripto ini telah menjadi semakin terkait dengan saham teknologi. Sebuah penelitian oleh CME menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan Nasdaq telah meningkat menjadi 0,35-0,6 pada tahun 2025 dan awal 2026. Ini berarti bahwa pergerakan harga Bitcoin dapat dipengaruhi oleh pergerakan harga saham teknologi.
Risiko Likuidasi
Risiko likuidasi besar dapat terjadi jika harga Bitcoin turun secara signifikan, karena investor mungkin akan menjual aset mereka untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Hal ini dapat menyebabkan penurunan harga yang lebih besar dan lebih cepat. Menurut CoinShares, telah terjadi outflow sebesar $1,7 miliar dari ETF kripto pada awal Februari, dengan Bitcoin saja mencapai $1,32 miliar.
Peringatan dari Bank of America tentang kemungkinan terjadinya penurunan harga saham yang signifikan dapat menjadi sinyal bahwa harga Bitcoin juga akan turun. Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan investasi di aset kripto.
Peristiwa-peristiwa penting seperti pengumuman laba Nvidia pada 25 Februari dan data inflasi pada 11 Maret dapat mempengaruhi harga Bitcoin. Jika hasilnya tidak memuaskan, harga Bitcoin dapat turun lebih lanjut. Namun, jika hasilnya memuaskan, harga Bitcoin dapat stabil atau bahkan naik.









