Seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan pasar cryptocurrency, Hukum Power telah menjadi salah satu model yang paling banyak digunakan untuk memprediksi harga Bitcoin. Namun, dengan harga Bitcoin yang saat ini berada di sekitar $67.000, model ini mulai menghadapi tantangan. Jika harga Bitcoin tidak meningkat, maka model ini dapat mengalami pelanggaran, yang dapat mempengaruhi kepercayaan investor dan memicu penurunan harga.
Hukum Power bukanlah ramalan, melainkan sebuah model regresi yang berbasis waktu, yang memperlakukan harga jangka panjang Bitcoin sebagai kurva power. Model ini memiliki "deadline" yang berarti lantai yang terus meningkat setiap hari, terlepas dari harga Bitcoin. Jika harga Bitcoin tetap stabil atau menurun, maka lantai ini akan mengejar harga, menciptakan pelanggaran pertama dari model yang telah bertahan selama sejarah Bitcoin.
Bagaimana Hukum Power Bekerja?
Hukum Power bekerja dengan memperkirakan harga Bitcoin berdasarkan waktu sejak blok genesis Bitcoin pada 3 Januari 2009. Model ini tumbuh sekitar 0,093% per hari, atau sekitar $47 per hari pada tingkat saat ini. Dengan demikian, lantai model ini akan meningkat sekitar $62.700 pada 1 Oktober, $64.400 pada 31 Oktober, dan $68.000 pada akhir tahun. Jika harga Bitcoin tetap stabil di sekitar $67.000, maka lantai ini akan mengejar harga pada pertengahan Desember.
Pelanggaran Hukum Power tidak akan "membatalkan" Bitcoin, melainkan akan membatalkan parameterisasi tertentu, menandakan perubahan rezim terhadap kesesuaian sejarah, atau memberikan narasi yang jelas kepada para kritikus. Regresi log-log dapat terlihat stabil dalam sampel, tetapi rentan terhadap korelasi semu, sensitivitas terhadap jendela sampel, dan overfitting.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana Hukum Power bekerja dan bagaimana model ini dapat mempengaruhi harga Bitcoin. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan meminimalkan risiko kerugian.









