Perkembangan teknologi AI yang pesat telah memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap perekonomian dan masyarakat. OpenAI, pengembang ChatGPT, baru-baru ini menerbitkan makalah kebijakan yang menyerukan perubahan dalam sistem perpajakan dan kebijakan tenaga kerja untuk menghadapi dampak AI. Makalah tersebut, berjudul "Industrial Policy for the Intelligence Age: Ideas to Keep People First", menekankan pentingnya mempersiapkan diri untuk masa depan yang mungkin dipenuhi dengan teknologi superinteligensi.
Menurut OpenAI, AI dapat meningkatkan produktivitas dan percepatan penemuan ilmiah, namun juga dapat menyebabkan gangguan pada pasar tenaga kerja dan konsentrasi kekayaan jika kebijakan tidak disesuaikan. Oleh karena itu, pemerintahan di seluruh dunia perlu mempersiapkan diri untuk perubahan yang mungkin terjadi pada pekerjaan, pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi. Makalah tersebut juga menyarankan beberapa ide kebijakan, seperti memperlakukan akses AI sebagai sumber daya ekonomi dasar, memodernisasi sistem perpajakan untuk memperhitungkan otomatisasi, dan menciptakan mekanisme yang memungkinkan warga negara untuk berbagi dalam keuntungan ekonomi yang dihasilkan oleh industri yang didorong oleh AI.
Perlindungan Pekerja dan Dukungan Sosial
Makalah tersebut juga menekankan pentingnya melindungi pekerja dan menyediakan dukungan sosial jika perubahan teknologi menyebabkan kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba. OpenAI menyarankan untuk memperkuat perlindungan pekerja dan memperluas dukungan sosial, serta menciptakan alat pengawasan, seperti sistem pelaporan insiden dan "model-containment playbooks" untuk skenario di mana sistem AI berbahaya tidak dapat dengan mudah ditarik kembali setelah diterapkan.
Meskipun demikian, seruan OpenAI untuk perubahan kebijakan datang pada saat yang sulit bagi CEO Sam Altman, yang sedang menghadapi pengawasan baru setelah investigasi oleh The New Yorker. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa co-founder dan mantan kepala ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever, menulis memo internal yang menuduh Altman tidak jujur tentang protokol keamanan perusahaan dan operasi lainnya. Ini menimbulkan pertanyaan tentang motivasi dan kepemimpinan Altman, serta memicu kekhawatiran tentang masa depan OpenAI dan dampaknya terhadap masyarakat.









