Di tengah-tengah kelesuan pasar kripto yang berkepanjangan, Cardano, salah satu platform blockchain terkemuka, telah mengalami penurunan harga token aslinya, ADA. Namun, para pemangku kepentingan besar telah memanfaatkan situasi ini dengan membeli ADA dalam jumlah besar, sehingga meningkatkan harapan akan pemulihan harga di masa depan.
Menurut data dari platform analitik kripto Santiment, pemangku kepentingan besar yang memegang antara 100.000 dan 100 juta ADA telah membeli hampir 820 juta token dalam 6 bulan terakhir. Dengan harga saat ini, jumlah token yang dibeli tersebut bernilai lebih dari $220 juta. Hal ini meningkatkan kepemilikan kolektif para pemangku kepentingan besar menjadi 25,36 miliar token, yang mewakili sekitar 70% dari suplai ADA yang beredar.
Analisis Teknis dan Implikasi
Penumpukan token selama masa lesu adalah strategi umum yang digunakan oleh para pemangku kepentingan besar, karena mereka sering melihat harga yang lebih rendah sebagai kesempatan beli yang baik. Dengan demikian, ADA dapat mengalami pemulihan harga jika permintaan tetap stabil atau meningkat. Beberapa indikator teknis juga menunjukkan outlook yang bullish, seperti Relative Strength Index (RSI) yang telah turun di bawah 30 pada skala mingguan, menunjukkan bahwa token telah memasuki wilayah oversold dan dapat mengalami pemulihan.
Selain itu, aliran netto exchange ADA juga menunjukkan bahwa investor telah meninggalkan platform terpusat dan beralih ke self-custody, sehingga mengurangi tekanan jual yang langsung. Beberapa pengamat pasar juga optimis bahwa ADA dapat mengalami lompatan harga di masa depan, dengan beberapa analis memprediksi bahwa token dapat mencapai all-time high baru pada akhir 2026.









