Belanda telah menjadi salah satu negara yang memperketat regulasi terhadap pasar prediksi, dengan kasus terbaru melibatkan Polymarket, sebuah platform yang menawarkan kontrak acara berbasis prediksi. Otoritas Belanda, khususnya Otoritas Perjudian Belanda, telah meminta cabang Polymarket di Belanda, Adventure One, untuk menghentikan semua kegiatan karena tidak memiliki lisensi yang diperlukan.
Menurut Otoritas Perjudian Belanda, Adventure One telah menawarkan taruhan ilegal, termasuk taruhan pada pemilihan umum di Belanda, yang tidak diizinkan oleh hukum Belanda. Direktur Lisensi dan Pengawasan Otoritas Perjudian Belanda, Ella Seijsener, menjelaskan bahwa "pasar prediksi sedang meningkat, termasuk di Belanda", namun perusahaan seperti Polymarket menawarkan taruhan yang tidak diizinkan dalam pasar mereka.
Implikasi Regulator dan Tantangan Mendatang
Kasus ini bukan hanya terjadi di Belanda, karena perusahaan seperti Polymarket juga menghadapi tekanan regulasi di Amerika Serikat. Banyak otoritas negara bagian di AS telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan yang menawarkan kontrak acara pada platform pasar prediksi, termasuk sports gambling. Namun, ketua salah satu regulator keuangan federal AS, Commodity Futures Trading Commission, telah menyatakan bahwa mereka akan membela yurisdiksi eksklusif mereka atas pasar prediksi, mengkritik tindakan pada tingkat negara bagian.
Belanda sendiri juga sedang mempertimbangkan untuk mengenakan pajak penghasilan sebesar 36% pada investasi, yang kemungkinan besar akan mencakup cryptocurrency, jika proposal tersebut disetujui dan ditandatangani menjadi hukum. Ini bisa berdampak signifikan pada industri cryptocurrency dan pasar prediksi di negara tersebut.









