Di tengah lesunya penjualan mobil listrik baru, pasar mobil listrik bekas justru mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut data dari Cox Automotive, penjualan mobil listrik bekas pada kuartal pertama meningkat 12% dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Bahkan, penjualan mobil listrik bekas juga meningkat 17% antara kuartal keempat dan kuartal pertama.
Harga bensin yang tinggi, dengan rata-rata di atas $4 per galon, menjadi salah satu faktor yang mendorong minat dan penjualan mobil listrik. Namun, ada faktor lain yang juga memainkan peran penting, yaitu kelimpahan mobil listrik bekas dari kontrak sewa yang telah berakhir. Pada awal tahun 2020, sewa mobil listrik menjadi pilihan populer, dan sekarang bahwa kontrak sewa tersebut telah berakhir, ratusan ribu mobil listrik bekas memasuki pasar.
Penawaran dan Harga yang Kompetitif
Prinsip ekonomi dasar tentang penawaran dan permintaan tetap berlaku, dan lonjakan mobil listrik bekas membantu menurunkan harga, sehingga penjualan menjadi lebih kompetitif. Menurut Cox Automotive, harga rata-rata mobil listrik bekas adalah $34,821, dibandingkan dengan $33,487 untuk mobil bermesin gas. Ini menunjukkan bahwa harga mobil listrik bekas telah mencapai kesetaraan dengan mobil bermesin gas.
Dengan demikian, pasar mobil listrik bekas diprediksi akan terus meningkat, terutama karena harga bensin yang tinggi dan kelimpahan mobil listrik bekas yang tersedia. Oleh karena itu, bagi mereka yang ingin memiliki mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau, mobil listrik bekas dapat menjadi pilihan yang menarik.









