Di tengah peningkatan pengawasan regulator di Eropa, Coinbase telah meluncurkan kontrak berjangka perpetual untuk pengguna advance di 26 negara Eropa. Ini merupakan langkah besar bagi perusahaan dalam upaya membangun "bursa untuk semua", di mana pengguna dapat berdagang semua aset global utama di bawah satu platform.
Produk baru ini termasuk kontrak berjangka kripto yang terkait dengan aset seperti Bitcoin (BTC) dan Solana (SOL), serta produk indeks saham yang disebut Mag7 + Crypto Equity Index Futures. Produk ini menggabungkan eksposur terhadap saham-saham besar seperti Apple, Microsoft, Alphabet, Amazon, Nvidia, Meta, dan Tesla, dengan kripto-linked equities dan BlackRock iShares exchange-traded funds yang terkait dengan BTC dan Ether (ETH).
Tantangan Regulator
Penjualan kontrak berjangka perpetual ini datang beberapa minggu setelah Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa (ESMA) memperingatkan perusahaan bahwa banyak derivatif yang dipasarkan sebagai kontrak berjangka perpetual atau kontrak perpetual kemungkinan besar akan jatuh di bawah langkah intervensi produk nasional yang ada untuk kontrak perbedaan (CFDs). ESMA juga meminta perusahaan untuk mengidentifikasi, mencegah, atau mengelola konflik kepentingan yang terkait dengan penawaran tersebut.
Coinbase juga mengumumkan akses yang diperluas ke platform perdagangan bursa terdesentralisasi (DEX) ke 84 negara. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas layanan dan meningkatkan aksesibilitas bagi pengguna di seluruh dunia.
Untuk pengguna, kontrak berjangka perpetual ini menawarkan fleksibilitas dan kemampuan untuk berdagang dengan leverage yang tinggi, dengan biaya yang rendah. Namun, perlu diingat bahwa produk ini juga memiliki risiko yang tinggi dan memerlukan pengawasan yang ketat dari regulator.









