Perdebatan tentang kecerdasan buatan (AI) dan penggunaannya telah memasuki tahap baru, di mana para CEO perusahaan teknologi seperti Palantir dan OpenAI mulai mempertanyakan kemungkinan pemerintah mengambil alih teknologi ini. CEO Palantir secara terbuka menyatakan bahwa jika industri teknologi percaya bahwa AI akan mengambil alih pekerjaan-pekerjaan berpendidikan tinggi dan mempengaruhi keamanan negara, maka itu akan menyebabkan nasionalisasi teknologi.
Sam Altman, CEO OpenAI, juga memiliki pandangan serupa. Ia berpikir bahwa mungkin lebih baik jika pengembangan kecerdasan buatan generasi mendatang (AGI) menjadi proyek pemerintah. Altman menyatakan bahwa pemerintah mungkin akan mengambil alih perusahaan-perusahaan swasta yang mengembangkan teknologi AI, meskipun ia tidak yakin tentang kemungkinan ini. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta dalam pengembangan AI.
Pengalaman Sejarah dan Implikasi Masa Depan
Fortune magazine membandingkan pengembangan AI dengan proyek-proyek besar lainnya seperti Proyek Manhattan dan perlombaan antariksa, yang sebagian besar didanai dan diarahkan oleh pemerintah. Baru-baru ini, Departemen Pertahanan AS mengancam Anthropic dengan Undang-Undang Produksi Pertahanan, yang memungkinkan presiden untuk menunjuk barang-barang "kritis dan strategis" yang harus diterima oleh bisnis. Ini dapat dianggap sebagai nasionalisasi "lembut" dari jalur produksi Anthropic.
Para ahli dan pengembang juga membahas kemungkinan pemerintah mengambil alih AI dan implikasinya. Dalam sebuah sesi tanya-jawab, Katherine Mulligan, Kepala Mitra Keamanan Nasional OpenAI, menyatakan bahwa perusahaan masih mengontrol model-model yang mereka gunakan, bahkan jika mereka bekerja sama dengan pemerintah. Namun, ada kekhawatiran bahwa pemerintah mungkin akan memaksa perusahaan untuk memberikan akses ke teknologi AI mereka untuk kepentingan pertahanan.
Sebuah surat online yang ditandatangani oleh 100 karyawan OpenAI dan 856 karyawan Google menyerukan kepada bos-bos mereka untuk menolak penggunaan model AI dalam pengawasan massal dan pembunuhan otonom tanpa pengawasan manusia. Ini menunjukkan bahwa ada kekhawatiran yang signifikan tentang bagaimana AI digunakan dan dikontrol, serta peran pemerintah dalam pengembangan dan penggunaan teknologi ini.









