Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin telah menunjukkan kekuatan dengan meningkat 2,8% sejak tengah malam UTC. Ini terjadi saat harga minyak melonjak ke $115 per barel, yang merupakan harga tertinggi sejak Juni 2022. Sementara itu, indeks pasar saham AS seperti Nasdaq 100 dan S&P 500 turun lebih dari 1,5%.
Menariknya, logam mulia seperti emas dan perak justru melemah, dengan emas turun 1,6% dan perak turun 1,1%. Ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih berinvestasi pada dolar AS daripada logam mulia. Sementara itu, altcoin dan token DeFi seperti DASH, XMR, dan ZEC mengalami kenaikan harga yang signifikan, dengan beberapa di antaranya meningkat hingga 5,2%.
Analisis Pasar
Menurut firma trading QCP, Bitcoin telah menunjukkan kekuatan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, terutama di negara-negara Teluk. "Meskipun Bitcoin belum sepenuhnya memenuhi narasi emas digital, penggunaan praktisnya sebagai 'escap hatch' digital telah menjadi semakin relevan, terutama di negara-negara dengan volatilitas mata uang dan ketidakpastian politik yang tinggi," kata QCP.
Data juga menunjukkan bahwa open interest (OI) di bitcoin futures tetap stabil di sekitar 650K BTC, yang menunjukkan bahwa pasar futures tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan harga Bitcoin pada hari Senin. Sementara itu, OI di ether futures meningkat ke 13 juta ether, dan XRP's OI melonjak ke 1,72 miliar token, yang merupakan level tertinggi sejak 24 Februari.
Dalam beberapa hari mendatang, investor akan terus memantau perkembangan harga minyak dan pasar saham AS, serta dampaknya pada harga Bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Apakah Bitcoin akan terus meningkat, atau apakah akan mengalami penurunan harga? Hanya waktu yang akan menjawabnya.









