Masa depan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) tampaknya akan berubah dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Vitalik Buterin, co-founder Ethereum, baru-baru ini mengusulkan penggunaan AI untuk meningkatkan partisipasi dan keamanan dalam DAO. Buterin menyatakan bahwa DAO saat ini menghadapi masalah rendah partisipasi dan sentralisasi kekuasaan, sehingga perlu adanya perubahan teknis untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.
Buterin mengusulkan penggunaan model AI pribadi yang dilatih pada nilai-nilai pengguna untuk mengotomatisasi proses voting pada ribuan keputusan DAO. Sistem ini akan menggunakan bukti nol pengetahuan (zero-knowledge proofs) dan lingkungan yang aman (MPC/TEEs) untuk melindungi identitas pengguna dan data sensitif, serta mencegah koersi dan suap. Buterin juga menyarankan penggunaan pasar prediksi untuk mengincentifkan proposal berkualitas dan menyaring proposal yang tidak relevan.
Penggunaan AI dalam DAO
Penggunaan AI dalam DAO dapat membantu meningkatkan partisipasi dan keamanan dengan beberapa cara. Pertama, AI dapat membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik dengan menganalisis data dan informasi yang tersedia. Kedua, AI dapat membantu melindungi identitas pengguna dan data sensitif dengan menggunakan bukti nol pengetahuan dan lingkungan yang aman. Ketiga, AI dapat membantu menyaring proposal yang tidak relevan dan mengincentifkan proposal berkualitas dengan menggunakan pasar prediksi.
Buterin menyatakan bahwa penggunaan AI dalam DAO dapat membantu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan meningkatkan partisipasi pengguna. Namun, perlu adanya perhatian yang lebih besar pada keamanan dan privasi pengguna dalam penggunaan AI dalam DAO. Dengan demikian, penggunaan AI dalam DAO dapat membantu menciptakan sistem yang lebih adil, transparan, dan aman.









