Di tengah perkembangan teknologi quantum yang pesat, keamanan jaringan Bitcoin dan aset digital lainnya menjadi perhatian serius. Michael Saylor, eksekutif chairman MicroStrategy, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya tentang ancaman quantum terhadap Bitcoin dalam sebuah podcast. Menurutnya, ancaman quantum yang kredibel masih lebih dari 10 tahun ke depan.
Saylor menjelaskan bahwa komunitas keamanan siber secara luas sepakat bahwa ancaman quantum yang kredibel masih jauh. Jika terjadi, maka akan memicu peningkatan perangkat lunak yang terkoordinasi di seluruh sistem digital global, termasuk jaringan perbankan, infrastruktur internet, perangkat konsumen, jaringan kecerdasan buatan, dan protokol kripto, termasuk Bitcoin. Saylor yakin bahwa sistem digital yang mendasari infrastruktur digital modern akan mengadopsi kriptografi yang tahan quantum jika diperlukan.
Reaksi Industri
Namun, tidak semua orang dalam industri kripto setuju dengan pandangan Saylor. Vitalik Buterin, co-founder Ethereum, telah mengungkapkan kekhawatirannya tentang ancaman quantum. Buterin memperkirakan bahwa ada kemungkinan sekitar 20% bahwa komputer quantum yang dapat memecahkan kriptografi saat ini dapat muncul sebelum 2030. Ia juga menekankan pentingnya beralih ke sistem yang tahan quantum dalam waktu empat tahun ke depan.
Perdebatan tentang ancaman quantum terhadap Bitcoin telah memicu spekulasi tentang penurunan harga Bitcoin baru-baru ini. Beberapa orang berpendapat bahwa kekhawatiran tentang ancaman quantum dapat menjadi salah satu alasan penurunan harga. Namun, analis lainnya berpendapat bahwa ancaman quantum bukanlah alasan utama penurunan harga.
MicroStrategy, perusahaan yang dipimpin oleh Saylor, telah menjadi salah satu perusahaan terbesar yang memiliki Bitcoin, dengan total 717.722 BTC yang diperoleh sejak August 2020. Perusahaan ini telah menginvestasikan sekitar $54,56 miliar dalam Bitcoin, dengan harga rata-rata $67.286 per coin.









