Di konferensi pengembang Ethereum, ETH Denver, para ahli membahas ancaman kuantum terhadap Bitcoin. Hunter Beast, co-penulis proposal BIP 360, menjelaskan bahwa tanda tangan digital Bitcoin adalah yang paling rentan terhadap serangan kuantum. Sekitar 30% dari total Bitcoin berada di bawah kunci publik yang terbuka, membuatnya rentan terhadap serangan kuantum.
Alex Pruden, CEO Project Eleven, menjelaskan bahwa dengan menggunakan algoritma Shor, komputer kuantum dapat membalikkan kunci privat dari kunci publik, sehingga memungkinkan pencurian dana. Namun, perlu diingat bahwa komputer kuantum saat ini belum memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Namun, dengan kemajuan teknologi kuantum yang cepat, ancaman ini menjadi semakin nyata.
Ancaman Kuantum dan Tindakan yang Diperlukan
Para ahli sepakat bahwa ancaman kuantum terhadap Bitcoin adalah serius dan memerlukan tindakan segera. Isabel Foxen Duke, co-penulis BIP 360, menjelaskan bahwa masalah ini tidak hanya teknis, tetapi juga politis. Beberapa koin lama mungkin tidak akan bermigrasi ke alamat yang aman kuantum, termasuk koin yang dimiliki oleh pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar pengguna Bitcoin segera bermigrasi ke alamat yang aman kuantum untuk menghindari kerugian. Selain itu, para pengembang juga perlu bekerja sama untuk mengembangkan solusi yang efektif untuk mengatasi ancaman kuantum. Dengan demikian, Bitcoin dapat terus menjadi salah satu mata uang digital yang paling aman dan tepercaya.









