Di tengah ketidakpastian pasar, beberapa pakar telah memprediksi bahwa Bitcoin akan mengalami penurunan harga yang lebih lanjut. Salah satu di antaranya adalah Jeremy Grantham, seorang investor miliaran dolar yang telah lama skeptis terhadap Bitcoin. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Grantham menyatakan bahwa Bitcoin akan "menghilang dengan suara pelan", bukan dengan ledakan besar. Ia juga menyatakan bahwa Bitcoin tidak memiliki nilai nyata dan hanya digunakan sebagai sarana spekulasi.
Grantham bukanlah satu-satunya yang memiliki pandangan negatif tentang Bitcoin. Beberapa analis telah memprediksi bahwa harga Bitcoin akan terus menurun, terutama setelah harga mencapai titik tertinggi sekitar $126.000 pada Oktober 2025. Sejak itu, harga Bitcoin telah turun lebih dari 50% dan saat ini berada di kisaran $60.000. Jika harga Bitcoin turun di bawah $40.000, maka dapat diprediksi bahwa harga akan terus menurun.
Tren Pasar yang Mempengaruhi Harga Bitcoin
Tren pasar saat ini juga mempengaruhi harga Bitcoin. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkatkan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi. Hal ini telah menyebabkan Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunga, yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin. Selain itu, beberapa investor institusional telah membeli Bitcoin, tetapi juga ada yang menjualnya. Misalnya, Ricardo Salinas Pliego, seorang miliarer Meksiko, telah membeli 70% dari portofolio investasinya dalam bentuk Bitcoin.
Namun, perlu diingat bahwa pasar Bitcoin sangat volatil dan dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dan melakukan analisis yang teliti sebelum membuat keputusan investasi. Dengan demikian, penting untuk memantau tren pasar dan berita terbaru tentang Bitcoin untuk membuat keputusan yang tepat.




