Di tengah perseteruan politik yang sengit, regulasi crypto di Amerika Serikat (AS) akhirnya mendapatkan harapan baru. Menurut Faryar Shirzad, Kepala Kebijakan Coinbase, generasi muda Demokrat memahami pentingnya Undang-Undang Klaritas (Clarity Act) dan ingin meloloskannya. Dalam sebuah wawancara di acara Rising di The Hill, Shirzad menyatakan bahwa crypto "mungkin adalah isu yang paling bipartisan di Washington".
Shirzad menjelaskan bahwa oposisi terhadap Undang-Undang Klaritas sebagian besar berasal dari generasi yang lebih tua, tetapi generasi muda Demokrat memahami teknologi dan pentingnya adaptasi dalam sistem keuangan. "Banyak oposisi yang bersifat generasional, sehingga itu adalah Demokrat yang menentangnya, tetapi saya pikir anggota muda yang memahami teknologi, memahami bahwa uang sedang bertransformasi, dan kita perlu beradaptasi," katanya.
Regulasi Crypto yang Jelas
Undang-Undang Klaritas bertujuan untuk menetapkan regulasi digital asset yang jelas dan transparan. Dalam draf terbaru, undang-undang tersebut melarang pejabat dan keluarga mereka untuk menerbitkan atau mempromosikan crypto. Shirzad optimis bahwa undang-undang tersebut akan disetujui, karena sudah ada 67 juta warga AS yang memiliki crypto. "Kita telah menetapkan etika, kita telah menetapkan nominasi, kita telah memiliki undang-undang bipartisan tentang substansi, sehingga kita harus siap untuk meloloskannya," tuturnya.
Meskipun masih ada beberapa Demokrat yang tidak puas dengan draf terbaru, Shirzad yakin bahwa Undang-Undang Klaritas akan membawa perubahan positif bagi industri crypto di AS. Jika disetujui, undang-undang tersebut akan menetapkan regulasi crypto yang jelas dan transparan, sehingga memberikan kepastian bagi industri dan masyarakat.




