Di tengah perdebatan sengit tentang regulasi kripto, Senator Dave McCormick menyatakan bahwa beberapa anggota Partai Demokrat hanya ingin menunda pengesahan rancangan undang-undang. Menurutnya, waktu untuk penundaan telah berakhir, dan sudah saatnya untuk membawa Rancangan Undang-Undang Kripto Clarity Act ke lantai Senat untuk dipilih dan membiarkan setiap senator mencatatkan posisinya.
Rancangan Undang-Undang Clarity Act sendiri telah menjadi perdebatan sejak tahun lalu, dengan tujuan untuk memberikan kejelasan regulasi kripto yang jelas dan melindungi konsumen serta mempertahankan inovasi dan pekerjaan di bidang aset digital di dalam negeri. Namun, rancangan undang-undang ini telah terjebak dalam deadlock sepanjang tahun ini, sebagian karena kepala bank memaisingkan kekhawatiran tentang pendapatan stablecoin dan masalah etika.
Peran Partai Demokrat dalam Pengesahan Rancangan Undang-Undang
Baru-baru ini, sebuah draf baru mulai beredar yang melarang pejabat dan keluarga mereka untuk menerbitkan atau mempromosikan kripto, sebuah hal yang sebelumnya menjadi permasalahan bagi anggota oposisi. Sekarang, anggota Partai Republik berharap untuk mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat untuk mengesahkan rancangan undang-undang ini. Meskipun dukungan bipartisan untuk rancangan undang-undang ini ada, beberapa anggota, seperti Senator Elizabeth Warren, telah mengkritik draf tersebut dengan alasan bahwa itu akan memungkinkan Presiden Donald Trump untuk mendapatkan keuntungan dari kripto serta memberikan keuntungan kepada kriminal.
Lembaga-lembaga besar, termasuk Fidelity dan Goldman Sachs, serta kelompok advokasi kripto dan politisi, telah menyatakan bahwa rancangan undang-undang yang direvisi berfungsi dengan baik dalam format saat ini. Namun, perdebatan tentang kepentingan bisnis kripto keluarga Trump dan kemungkinan konflik kepentingan masih menjadi perhatian utama, terutama karena keluarga presiden telah terlibat dalam bisnis kripto dan menerima dukungan dari pengusaha kripto besar.




