Di tengah-tengah penurunan harga Bitcoin, perusahaan harta kripto terkemuka, Strategy, melaporkan kerugian sebesar $8,22 miliar pada kuartal kedua tahun 2026. Kerugian ini disebabkan oleh penurunan harga Bitcoin, yang telah turun hampir 50% dari rekor tertinggi sebelumnya. Meskipun demikian, perusahaan ini tetap berkomitmen untuk mengembangkan aset digital sebagai kelas aset baru.
Menurut laporan kuartalan perusahaan, Strategy meningkatkan pegangan Bitcoin-nya sebesar 11% pada kuartal yang sama, sehingga total pegangan Bitcoin-nya mencapai 843.775 unit, dengan nilai sekitar $54,6 miliar pada harga saat ini. Perusahaan ini juga telah memperkuat neraca keuangannya dengan meningkatkan kas dan mengurangi utang. Namun, penurunan harga Bitcoin telah berdampak signifikan pada saham perusahaan, yang telah turun lebih dari 80% dari puncaknya pada tahun 2024.
Tantangan dan Peluang
CEO dan Presiden Strategy, Phong Le, menyatakan bahwa perusahaan ini terus ber-evolusi untuk menghadapi tantangan dan peluang yang muncul di pasar kripto. "Kami terus mengembangkan model bisnis kami dan memperkuat posisi kami di pasar," katanya. Sementara itu, Ketua dan arsitek di balik rencana pembelian Bitcoin perusahaan, Michael Saylor, menekankan pentingnya mengembangkan aset digital sebagai kelas aset baru. "Kami terus berinvestasi dalam teknologi dan inovasi untuk memperkuat posisi kami di pasar kripto," katanya.
Dalam beberapa minggu terakhir, Strategy telah menghentikan sementara pembelian Bitcoin-nya dan fokus pada meningkatkan kas di neraca keuangannya. Namun, perusahaan ini tetap berkomitmen untuk mengembangkan aset digital dan meningkatkan nilai bagi para investor. Dengan demikian, perusahaan ini terus menjadi salah satu pemain utama di pasar kripto dan terus berinovasi untuk menghadapi tantangan dan peluang yang muncul.




