Di tengah keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%-3,75%, harga bitcoin tidak menunjukkan pergerakan signifikan. Pada saat yang sama, bitcoin berhasil meningkat sekitar 1% dalam waktu satu jam setelah pengumuman tersebut. Kenaikan ini relatif kecil, tetapi menunjukkan bahwa investor masih memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh bank sentral AS.
Keputusan Federal Reserve untuk tidak mengubah suku bunga ini sejalan dengan ekspektasi banyak pihak. Namun, tiga dari 12 anggota Komite Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan preferensi untuk meningkatkan suku bunga sebesar seperempat persen pada pertemuan ini. Ketidakpastian ini menciptakan ketegangan di pasar, terutama karena Chair baru Federal Reserve, Kevin Warsh, tidak memberikan banyak petunjuk tentang arah kebijakan di masa depan.
Tantangan Inflasi dan Dampak pada Bitcoin
Inflasi yang terus-menerus di atas target bank sentral selama lebih dari lima tahun menjadi salah satu fokus utama Federal Reserve. Warsh sendiri telah menyatakan bahwa ia tidak akan toleran terhadap inflasi yang tinggi. Dalam konteks ini, bitcoin, yang biasanya performa baik dalam lingkungan suku bunga rendah, mungkin akan terpengaruh oleh keputusan kebijakan moneter di masa depan. Investor crypto telah berharap Federal Reserve akan mengurangi suku bunga untuk memperkuat aset digital, tetapi dengan inflasi yang sticky, keputusan tersebut tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Presiden Donald Trump sebelumnya telah mendorong untuk menurunkan suku bunga, yang menimbulkan konflik dengan mantan Chair Federal Reserve, Jerome Powell. Dengan Warsh yang tidak tampaknya akan mengikuti jalur yang sama, pasar crypto mungkin harus bersiap untuk lingkungan yang lebih ketat. Perubahan kebijakan moneter ini memiliki dampak signifikan pada harga bitcoin dan aset digital lainnya, membuat investor harus terus memantau setiap gerakan yang dilakukan oleh bank sentral dan pemerintah.




