Di tengah-tengah volatilitas pasar cryptocurrency, perusahaan tambang Bitcoin AS, American Bitcoin, melaporkan kerugian kuartal kedua tahun 2026. Meskipun demikian, perusahaan ini berhasil meningkatkan cadangan Bitcoin-nya menjadi 8.002 koin, meningkat dari 7.021 koin sebelumnya. Hal ini membuat saham perusahaan ini naik lebih dari 5% pada hari Senin.
Menurut data dari Bitcoin Treasuries, American Bitcoin kini memiliki cadangan Bitcoin terbesar ke-16 di dunia, dengan nilai lebih dari $510,6 juta berdasarkan harga saat ini. Perusahaan ini juga melaporkan produksi kuartal terbesar dalam sejarah, dengan sekitar 932 Bitcoin ditambang pada kuartal kedua. Namun, perusahaan ini masih mengalami kerugian netto sebesar $57,2 juta pada kuartal kedua, dibandingkan dengan laba sebesar $3,4 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Tantangan dan Strategi
Perusahaan tambang Bitcoin lainnya telah menghadapi tantangan serupa, dengan harga Bitcoin yang turun dan biaya penambangan yang meningkat. Beberapa perusahaan telah beralih ke ruang komputasi berdaya tinggi, menyediakan listrik untuk industri kecerdasan buatan dan menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor teknologi. Namun, American Bitcoin masih fokus pada penambangan Bitcoin dan memegang koin tersebut di neraca perusahaan.
Co-Founder dan Chief Strategy Officer American Bitcoin, Eric Trump, menyatakan bahwa perusahaan ini masih yakin dengan potensi Bitcoin dan bertujuan untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan membangun perusahaan terkemuka di Amerika Serikat. Sementara itu, CEO Mike Ho menambahkan bahwa perusahaan ini akan terus fokus pada strategi yang dapat dikontrol, seperti meningkatkan produksi dan memperkuat neraca perusahaan.




